KUBURKAN KASIH PALSU!

Bila cinta menjadi perjudian
Suara hati mula goyah.
Kata apa yang hars diturut?
Nyata di sana,
Sketsa alam melenyap tegar.
Di kala onak bergelora,
Tenggelam sayang.
Seketika duri menusuk,
Lenyapnya rindu.
Bukan kerna mencari salah
Tidak sekali merungkai lemah.
Hakikat yang sudah pasti,
Bermula penuh sinar,
Perjalanan dicurah racun,
Mungkinkah mati di penghujungnya?
Mengapa menanti KASIH PALSU?
Mengapa menggilai tipu daya dunia?
Sedang janji Al-Mu’izz tiada helah,
Iman, taqwa mengharum kasih.
Mengemis cinta Ilahi,
Itulah yang pasti.
Tanpa resah tanpa pilu
Tiada duka tiada luka
Ikhlas nurani menyulam sayang,
Suara hati memanggil pergi
Ya, Pergilah!
Tinggal saja KASIH DUSTA itu.
Namun, tetap tidak berdaya
Di mana jalan harus disusuri?
Usah lagi bicara sia-sia diungkap,
Usah jua mengingati pada yang dursila
Kembalilah pada Al-Mu’izz
Basahi fikiran dengan zikrullah.
Lembutkan kalbu,
Dengan ayat-ayat cintaNya.
Noktahkan saja,
Perjudian SAYANG PALSU itu.
dipetik daripada antologi puisi grup karyawan luar negara.